Abstrak
Hadits merupakan sumber utama ajaran Islam setelah al-Qur’an. Dalam klasifikasinya, hadits dibagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan kualitas sanad dan matannya, salah satunya adalah hadits hasan. Tulisan ini membahas secara mendalam pengertian, karakteristik, perbedaan dengan hadits shahih dan dha’if, serta kedudukan hadits hasan dalam hukum Islam. Artikel ini mengkaji pendekatan ulama klasik dan kontemporer terhadap hadits hasan dengan metode deskriptif-kualitatif berbasis literatur klasik (turats) dan modern.
Pendahuluan
Hadits sebagai salah satu sumber utama hukum Islam memiliki peranan penting dalam memahami syariat. Dalam disiplin ilmu Musthalah al-Hadits, hadits diklasifikasikan berdasarkan kekuatan dan kualitasnya. Salah satu jenis yang memiliki kedudukan penting tetapi sering disalahpahami adalah hadits hasan. Kejelasan mengenai makna dan kriteria hadits ini penting, terutama dalam konteks istinbath hukum.
Pengertian Hadits Hasan
Secara etimologis, hasan berarti “baik”. Secara terminologis, hadits hasan adalah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhâbit (kuat hafalan) namun tidak sekuat perawi hadits shahih, serta tidak mengandung syudzûdz (kejanggalan) atau ‘illah (cacat tersembunyi).
Definisi Imam al-Tirmidzi:
“Setiap hadits yang diriwayatkan melalui sanad yang tidak terdapat perawi pendusta, dan sanadnya tidak syadz, serta diriwayatkan melalui jalur lain yang sebanding, maka ia adalah hadits hasan.”
(Tirmidzi, al-Jâmi‘ ash-Shahîh)
Perbedaan Hadits Hasan dan Hadits Shahih
Kriteria | Hadits Shahih | Hadits Hasan |
Keadilan perawi | Terpenuhi | Terpenuhi |
Hafalan perawi | Sangat kuat (dhabit) | Cukup kuat (dhabit ringan) |
Sanad | Bersambung (ittishâl) | Bersambung (ittishâl) |
Kejanggalan | Tidak syâdz | Tidak syâdz |
Cacat tersembunyi | Tidak ada | Tidak ada |
Dengan demikian, perbedaan utama antara hadits hasan dan shahih terletak pada tingkat kekuatan hafalan perawi.
Pembagian Hadits Hasan
Ulama membagi hadits hasan menjadi dua bentuk:
- Hasan li dzâtih: Kuat dari dirinya sendiri karena perawi yang adil dan cukup hafal.
- Hasan li ghairih: Hadits dha’if yang menjadi hasan karena adanya syawahid (penguat dari sanad lain).
Contoh hadits hasan li ghairih:
Hadits tentang niat dalam wudhu yang diriwayatkan dengan beberapa sanad dha’if namun saling menguatkan.
Kedudukan Hadits Hasan dalam Hukum Islam
Para fuqaha’ menjadikan hadits hasan sebagai dasar dalam pengambilan hukum, terutama dalam masalah fadhâ’il a‘mâl (keutamaan amal), akhlak, serta ibadah yang tidak menyangkut aspek legalitas yang qath’i.
Menurut Imam an-Nawawi:
“Hadits hasan dapat dijadikan hujjah dalam hukum, selama tidak bertentangan dengan hadits shahih.”
(Nawawi, al-Majmû‘)
Contoh Hadits Hasan
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ
“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi – dinilai hasan shahih)
Kritik dan Telaah Kontemporer
Beberapa orientalis seperti Goldziher dan Joseph Schacht mempertanyakan validitas hadits hasan dalam hukum Islam. Namun, para sarjana Muslim modern seperti Muhammad Ajaj al-Khatib dan Mustafa al-A’zami justru menegaskan bahwa sistem kritik sanad dalam hadits, termasuk untuk kategori hasan, sudah sangat ketat dan objektif.
Kesimpulan
Hadits hasan merupakan bagian penting dari khazanah sunnah Nabi yang dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam. Meskipun berada di bawah tingkatan hadits shahih, keberadaannya tetap dihargai oleh ulama karena memenuhi syarat-syarat dasar validitas periwayatan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap klasifikasi dan otoritas hadits hasan penting untuk studi hadits dan fiqh.
Daftar Pustaka
- Al-Khatib, M. A. (1997). Ushul al-Hadits. Beirut: Dar al-Fikr.
- Al-Suyuthi, J. A. (2003). Tadrib al-Rawi. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Tirmidzi, M. I. (n.d.). Sunan al-Tirmidzi. Beirut: Dar al-Fikr.
- Azami, M. M. (2003). Studies in Early Hadith Literature. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.
- Brown, J. A. C. (2009). Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Oxford: Oneworld.